"Jangan-jangan malah bukan santri yang diikutkan pelatihan," tudingnya.
Ia juga mengaku, Komisi IV Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep sudah pernah menerima laporan bahwa ada beberapa peserta pelatihan Santri Enterpreneur lebih memilih untuk menjual peralatan yang diberikan sebagai bantuan.
Jika hal itu benar adanya, kata Masdawi, pihaknya akan tegas memberikan sanksi, agar oknum terkait dihapus dari keikutsertaan salam program Santri Enterpreneur berlangsung.
"Kami akan awasi dengan ketat. Perihal alat yang dijual, kami akan telusuri langsung, kalau ternyata benar maka kami hapus kepesertaannya," tegas Masdawi.
Terpisah, Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohammad Iksan mengatakan, program Santri Enterpreneur dapat terlihat dari beberapa produk yang sudah berjalan seperti batik dan blangkon.