Menurut Masdawi, jika hanya dilakukan pelatihan tanpa adanya kontinuitas dan aksi nyata, maka hasil program Santri Enterpreneur akan nihil.

Terlebih, kata dia menegaskan, apa bila rentang waktu kegiatan hanya berbatas dua hingga tiga hari saja, maka skill dari peserta tak akan terasah secara maksimal.

"Jika hanya digunakan untuk pelatihan tanpa adanya output yang jelas dari program Santri Enterpreneur, maka lebih baik anggaran dipangkas dan dialokasikan untuk membuat spot atau gerai pemasaran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hasil dari pesantren," kata Masdawi lebih rinci.

Masdawi menilai, selama tahun 2022 hingga 2023 ini output dari program Santri Enterpreneur sangat tidak jelas.