”Kami minta Bupati hadir ditengah gejolak pembangunan tambak Gersik Putih. Ini, supaya tidak hanya menjadi konflik berkepanjangan, tapi juga untuk menegakkan Perda RTRT,” pintanya.
Sementara itu, dalam aksinya di sumenep" class="inline-tag-link">Pemkab Sumenep, massa aksi tidak ditemui Bupati Fauzi karena disaat bersamaan melaksanakan tugas kedinasan ke luar Kota.
Tentu, hal ini membuat mereka kecewa karena tidak ditemui Bupati Fauzi. Sebab itu, para warga memberi kesempatan pada Perwakilan Pemkab Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Moh Ramli yang saat itu datang menemui untuk segera menyelesaikan persolan tersebut.
”Kami tidak gentar dan akan terus melakukan perlawanan untuk memastikan Pantai Gersik Putih tetaplah Pantai, bukan tambak garam,” kata Faiq mengakhiri orasinya.***