"Jadi, mau anak buahnya salah, mau anak buahnya ngeselin, itu dipanggil dan disampaikan secara baik-baik. Jadi pemimpin itu harus mampu mengolah emosi," sindirnya.

Disamping itu, pihaknya mengaku telah memberikan arahan kepada anggota Satpol PP Sumenep, yang dalam hal ini menjadi objek ancaman pembunuhan.

Menurut Bupati Fauzi, seorang bawahan tidak boleh merekam percakapan lewat telfon, apalagi dengan pimpinannya. Pasalnya, tindakan tersebut dianggap melanggar aturan.

"Jika pimpinan itu bicara, gak boleh direkam apalagi diviralkan, itu melanggar aturan namanya," tandasnya