"Supaya antara citra baik yang selalu ditunjukkan oleh Bapak Bupati itu tidak timpang. Jujur, selama ini kami merasa kalau tindakan baik Bapak Bupati di beberapa media serasa sangat berbanding terbalik dengan keadaan yang terjadi di lingkungan Bapak Bupati sendiri," tegasnya.
Kemudian menurut salah seorang Kepala Sekolah disalah satu Madrasah Tsanawiyah di Pamekasan berinisial RF membenarkan kalau pengadaan buku tersebut dikoordinir oleh pihak Kemenag Pamekasan.
"Iya mas, sepertinya pengadaan buku Madrasah di tahun ini kami langsung akan terima jadi dari Kemenag. Artinya buku itu dikoordinir oleh pihak Kemenag mas, dan hal itu jujur kami sangat merasa keberatan, karena dengan dikendalikan pihak Kemenag, tak menutup kemungkinan belanja buku itu terjadi Mark-Up, dan kami jelas dirugikan," ngakunya.
Sementara itu, melalui hubungan telpon selulernya Syamsul selaku pengurus KKM Tsanawiyah Kecamatan Waru menampik bahwa persoalan tersebut tidak benar adanya.
"Kami dengan teman-teman tidak merasa mengarahkan apa lagi menekan pihak Madrasah untuk belanja buku ke penerbit, dan saya sudah hampir tiga tahun menjadi pengurus KKM di Kabupaten hal tersebut tidak pernah," jelasnya.