pipa juga dikeluhkan dan kilometer airnya banyak yang rusak.

"Pengusaha kuliner di masa lockdown saja tarif biaya PDAM mahal meskipun airnya tidak digunakan ditambah ada orang meninggal mau dimandikan tidak cukup air karena airnya tidak hidup atau macet, tapi tarifnya tetap saja mahal," teriaknya didepan Kepala PDAM Pamekasan saat menemui massa aksi.

Kemudian Juma'i yang juga merupakan Korlap Aksi mengatakan dan mempertanyakan, kenapa dalam pemberitaan pihak PDAM menyatakan di tahun sebelumnya mengalami rugi. Padahal tegas dia, PDAM itu sudah dibiayai oleh APBD dan sudah

punya pelanggan tetap.

"Anehnya, rekrutmen pegawai PDAM terus bertambah tapi pelayanan kepada para pelanggan tidak maksimal dan akhirnya masyarakat mengeluh," teriaknya.