"Sudah 7 bulan beroperasi, lalu kemana izinnya selama ini?," tanya Helmi.

"Kami berharap Puskesmas Jrangoan untuk memberikan pelayanan UGD 24 jam aktif kepada masyarakat, dan bisa memberikan konsekuensi terhadap pelayan yang lalai dalam pelayanan," harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jrangoan H. Mustofa mengatakan, sebelumnya dirinya sudah menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap Kepala Puskesmas Jrangoan.

Dirinya beranggapan semenjak gedung dibangun semegah itu pelanyanan semakin buruk.

"Sebenarnya saya malu atas kejadian ini, kami juga merasa kecewa kepada Kepala Puskesmas Jrangoan ditengah Pandemi Covid-19. Seharusnya pelayanan di Puskesmas lebih  ditingkatkan mutu pelayanannya, malah pelayanan tambah gak karuan ," pungkasnya.