Sementara itu, Kiai Panji Taufiq menyatakan, sebenarnya dirinya tidak ingin maju kembali sebagai Ketua Tanfidziyah NU+Sumenep" class="inline-tag-link">PC NU Sumenep setelah dua kali periode. Ia ingin menyerahkan tongkat kepemimpinan NU pada generasi yang lebih muda.
Dia mengaku, terpaksa maju lantaran mencium sesuatu yang tidak biasa dalam Konfercab tahun ini. Hanya saja, ia tidak bisa menyebutkan secara pasti apa alasannya. Ia kemudian mengutarakan, siap berbakti kembali pada NU untuk masa khidmat 2020-2025.
”Sebagai Ketua Tanfidziyah NU+Sumenep" class="inline-tag-link">PC NU Sumenep terpilih, kami siap menjalankan AD/ART organisasi, dan tidak akan terlibat dalam jabatan politik praktis baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegasnya.
Meski sempat alot, pelaksanaan Konfercab NU+Sumenep" class="inline-tag-link">PC NU Sumenep tetap berjalan dengan damai aman dan lancar. Tidak satu pun peserta sidang pleno yang menyatakan keberatan atas putusan pimpinan sidang.
Selain Ketua Tanfidziyah, dalam Konfercab juga memilih Rois Syuriah dengan sistem Ahlul Halli Wal-Aqdi (Ahwa).