Sebelumnya, kiai Hazmi mengaku telah final menawarkan Ra Mamak mencalonkan diri sebagai calon Bupati Sumenep. Akan tetapi, kesepakatan itu kandas di tengah jalannya tahapan rekomendasi partai.

"Kami waktu itu menawarkan Ra Mamak yang jelas ke NU-annya, yang lebih dekat dengan pesantren, kepada PKB dan PPP. Kalau mereka tidak mau, kami minta tidak usah yang lain karena itu akan memecah di dalam," ulasnya.

Bahkan, dirinya sempat mempersoalkan surat rekom yang tidak turun kepada Ra Mamak selaku ketua PPP, alias kader sendiri.

"Kami sampai ke pengurus DPC, DPP, DPW, sudah kami tembusi semua. Tetapi tidak ada respon, suara kami tidak di dengar. Kemudian kakaknya Ra Mamak yang diambil, jadi kami tersinggung," paparnya.

Sebab dari ketersinggungan itulah, dirinya memantapkan untuk tidak sejalan dengan partai yang di anutnya hari ini. Melainkan menjadi oposisi partai dan memenangkan Paslon lain.