Kedua aksi itu berlangsung secara bersamaan pada pukul 09.30 WIB. Pantuaan Madurapost.id dilapangan, puluhan personil kepolisian dan Satpol PP siaga di luar dan di dalam kantor DPRD.
Para orator aksi melakukan orasi secara bergiliran. Sementara para anggota DPRD Sumenep tidak menemui pendemo lantaran kunjungan kerja (Kunker).
"Kedatangan kami kesini adalah untuk menyuarakan jeritan rakyat, dimana harga tembakau yang anjlok saat ini di Sumenep," teriak koordinator lapangan (Korlap) aksi, Moh. Faiq pada sejumlah media, Kamis (24/9).
Mahasiswa juga menyoal tentang harga tembakau di Sumenep yang saat ini turun drastis hingga patokan harga 20 sampai 25 ribu per-kilo.