"Contohnya di rumah saya kawasan Guluk-Guluk, para pertani menjerit. Kami malahan pernah ngundang anggota dewan di Sidang Rakyat Tembakau, tapi tidak hadir," bebernya.
Tak berselang lama, massa aksi dibubarkan oleh petugas sebab demi mematuhi protokol kesehatan.
Baca Juga:Perahu Rombongan Pengantin Dari Pulau Sailus Menuju Sapeken Sumenep sudah 5 Hari Hilang Kontak
"Karena diketahui, ini demi memutus mata rantai virus Corona. Tapi para massa aksi telah mengikuti protokol kesehatan," ujar Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti. (Mp/al/kk)