"Tetap ada penampilan dibeberapa wilayah yang sifatnya menyebar di sisi barat, timur, selatan, dan utara, kota Sumenep. Konsep awal memang begitu," terangnya.

Jika tahun 2019 lalu terpusat di depan masjid jamik dan jantung kota, tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep lebih memilih melaksanakan semarak hari jadi dengan virtual. Bukan tanpa alasan, demi mengikuti protokol kesehatan dan menekan penyebaran Covid-19.

Bambang juga mengatakan, apabila dalam pemetaan wilayah untuk penampilan topeng dalang tersebut hanya akan berlangsung di kawasan daratan saja.

"Kalau dari kepulauan ini memang disatu sisi geografis cukup jauh. Tapi untuk pelaksanaan tahun sekarang cukup di daratan," ucapnya.