Dan pada audiensi tersebut, Ketua LSM KOMAD Zaini Wer Wer juga mengatakan,
agar Pemkab Pamekasan dalam hal ini Legislatif dan Eksekutif dan semua stakeholder di Kabupaten Pamekasan untuk bersatu padu dan menggunakan hati nuraninya agar betul - betul serius dalam mengkawal dan membela petani tembakau, sebab menurutnya persoalan tembaku dari tahun ketahun selalu menyisihkan persoalan - persoalan yang selalu merugikan petani.
"Perlu kiranya Pemkab harus tegas mengawal dan membela petani tembakau, kalau ada pihak pabrikan yang nakal dan melanggar Perda maka harus dan wajib diberikan sangsi baik secara meteri dan atau kalau perlu pencabutan ijinnya, sehingga tidak lagi petani tembakau selalu dirugikan dan hanya menguntungkan bagi kaum kapitalis," tegasnya.
Ia memaparkan lebih lanjut "Maka hal ini perlu keseriusan dan ketegasan dari Pemkab Pamekasan, apalagi beberapa waktu yang lalu ada edaran dari Bupati Pamekasan terkait masalah zonasi area tanam tembakau yang kami anggap sebuah sekanario beliau, agar di kemudian hari Bupati Pamekasan tidak di salahkan masyarakat apabila harga jual tembakau murah," ungkapnya.
"Jadi sekali lagi kami minta dan kami tegaskan agar persoalan nasip petani tembakau betul - betul di kawal dan di bela, kalau tidak, maka kami akan himpun kekuatan besar bersama masyarakat untuk melakukan aksi, kalau perlu kami akan aksi ke Pemprov Jawa Timur," ancam Zaini Wer Wer pada saat diwancarai oleh awak media.