SUMENEP, Madurapost.id - Bantuan Langsung Tunai yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (BLT-APBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga saat ini masih tersedi 24 kouta.

Anggaran yang dikucurkan pemerintah sebesar 27 miliar untuk warga terdampak covid-19 itu bernilai 200 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itu setiap bulan, ternyata juga banyak terdapat data yang tidak valid.

"Kita mendapatkan anggaran 27 miliar, kita siapkan 42 ribu KPM untuk penerima BLT-APBD. Sampai saat ini dari usulan itu setelah kita cocokkan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), ada yang ganda, ada yang sudah menerima sebelumnya, dan lain-lain," ungkap Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, Moh. Iksan, Senin (15/6).

Hingga saat ini, total bersih terdapat 24 kouta tersisa. Pihaknya akan menyampaikan ke Kepala Desa (Kades) untuk segera mendata bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan BLT-APBD tersebut.

"Yang sudah masuk ke kami itu sekitar 38 ribu. Setelah dibersihkan sisanya itu tetap 38 ribu, ini butuh solusi. Makanya nanti saya berusaha untuk ijin ke pak Bupati, apakah yang 24 kouta ini kita bersihkan lagi. Nanti sisanya agar mencapai 42, kita cari lagi orang-orang yang tidak pernah mendapatkan bantuan sama sekali," kata dia.