SUMENEP, MaduraPost - Ditengah pandemi covid-19, Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, luncurkan buku atau Kitab Covid-19 sebagai salah satu upaya sosialisasi terkait pencegahan dan penanganannya.
Bupati Busyro mengatakan, latar belakang membuat buku tersebut untuk menyamakan persepsi di antara Pondok Pesantren, masjid dan musholla tentang apa wabah covid-19, agar bersama-sama membantu pemerintah dalam mencegah dan menangani penyebaran wabah pandemi.
"Diharapkan, dengan adanya buku ini bisa menjadi panduan sosialisasi bagi pengurus pondok pesantren, masjid dan musholla, agar memahami wabah Covid-19, dalam rangka memberdayakan masyarakat untuk langkah-langkah pencegahannya. Karena, di Kabupaten Sumenep jumlah pondok pesantren sebanyak 387 lembaga, 1.560 masjid, dan 3.317 musholla," ungkap Bupati Busyro, pada Peluncuran (Launching) Buku atau Kitab Fiqh Covid-19 di Rumdis Bupati, Selasa (19/5).
Pihaknya menjelaskan, jika panduan buku itu bisa menciptakan pandangan yang sama memahami covid-19 di antara pengurus pondok pesantren, masjid dan musholla, termasuk organisasi keagamaan, baik Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah.
"Jelas berdampak positif bagi masyarakat dalam pencegahan dan penanganannya,” kata Bupati dua periode itu.