SUMENEP, MaduraPost - Insiden pemukulan yang diduga dilakukan salah seorang oknum polisi di Posko PAM Covid-19 di perbatasan Sumenep-Pamekasan kepada relawan Gusdurian disayangkan saksi mata.
Pasalnya, Muhammad Ramli, saksi mata dalam pemukulan yang dilakukan oknum polisi Satuan Lalulintas Kepolisian Resort (Satlantas Polres) Sumenep terhadap rekannya, Faiqul Khair, sesama relawan Gusdurian jelas dilihatnya.
Ramli menjelaskan, saat melakukan kegiatan pembagian masker, multi vitamin dan pendokumentasian di Posko Pam Covid-19 tidaklah seperti pernyataan yang disampaikan Kepala Polres (Sumenep" class="inline-tag-link">Kapolres Sumenep), AKBP. Deddy Supriadi, dalam pemberitaan yang menyangkal bahwa anggotanya tidak pnah melakukan pemukulan.
Pada saat kejadian, Ramli pun mengaku tengah duduk satu meja dengan korban, Faiqul Khair. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat oknum polisi yang bernama Ismail melakukan pemukulan dengan senter ke bagian kepala Faiqul Khair sebanyak tiga kali.
“Saya berbicara seperti ini karena saya satu meja dengan korban saat kejadian, dan di situ juga banyak saksi lainnya kok," ungkapnya, pada awal media, Rabu (22/4) kemarin.