Deddy menerangkan, peristiwa itu malahan terjadi sebab relawan Gusdurian sempat mengambil foto di Posko PAM sovid-19 sewaktu anggota istirahat lantaran kelelahan.

“Saat itu juga anggota kami tidak terima, dan terkait pemukulan tersebut itu tidak benar. Melainkan hanya menegur dan tidak perlu melakukan pemotretan ulang. Saat itu juga seorang tersebut langsung menghubungi saya, intinya tidak terima atas perlakuan tersebut. Dan saya juga sampaikan bahwa yang bersangkutan tak perlu melakukan hal tersebut. Karena pergantian tugas itu adalah hal yang biasa. Tapi alasan yang bersangkutan ingin menunjukan pada masyarakat bahwa sebegitu lelahnya polisi saat melakukan tugas di posko covid-19, sehingga perlu dilakukan pemotretan,” ucapannya.

Selain itu, pihaknya menyampaikan bahwa yang perlu dilakukan adalah koreksi atas kegiatan pengamanan posko covid-19.

"Itu yang kami butuhkan agar lebih baik kedepan bukan melakukan kelemahan yang ada di posko, kelemahan boleh tapi untuk membangun itu yang kami maksud diawal yakni untuk mengkritisi kearah yang baik. Saya tegaskan tidak dibenarkan adanya pakta pemukulan terhadap polisi," pungkasnya. (mp/al/rus)