"Dia marah-marah dan meminta Faiqul Khair untuk menghapus foto yang diambilnya di posko tadi, tidak ada alasan yang jelas kenapa anggota Satlantas Polres Sumenep ini meminta foto tersebut harus dihapus," katanya.

Sebab itu, sebagai koordinator Gusdurian Sumenep, pihaknya menuntut agar oknum polisi yang bersangkutan meminta maaf atas perlakuan tidak menyenangkan terhadap anggota relawan Gusdurian Sumenep itu.

"Kami meminta, agar pihak yang bersangkutan segera melakukan permintaan maaf secara terbuka di media massa. Sebab, kita ketahui bersama, tindakan kekerasan terhadap warga sipil itu sangat tidak terpuji. Karena itu, kami minta agar Kapolres Sumenep memberikan sanksi tegas terhadap anggotanya yang telah melakukan pemukulan terhadap relawan kami,” harapnya.

Semantara itu, Kepala Polres (Kapolres) Sumenep, AKBP. Deddy Supriadi, tidak membenarkan bahwa salahsatu anggotanya telah melakukan pemukulan pada relawan Gusdurian di Posko PAM Covid-19 perbatasan Sumenep-Pamekasan.

“Adanya suatu insiden yang terjadi di posko Covid paragaan ada seseorang yang melakukan pemotretan pada salah satu petugas yang sedang pergantian untuk istirahat, kemudian aggota tersebut saat terbangun melihat kondisi seorang yang memotret menegur dan menayakan maksud pemotretan itu,” ungkap Deddy, dalam rilisnya yang dikirim di grup WhatsApp.