"Namun pada saat para relawan yang dikoordinir oleh Faiqul Khair tiba di Posko PAM Covid-19 tiba di lokasi yang berada di perbatasan Sumenep-Pamekasan, para relawan langsung menurunkan paket bantuan makanan dari mobil dan menyerahkan kepada petugas dan para relawan yang bertugas di posko itu," tulis dia.

Diceritakan, kronologis kejadian, seperti biasa relawan Gusdurian mengambil foto situasi di posko PAM covid-19 sebagai dokumentasi Gusdurian Peduli.

"Usai selesai mengerjakan tugas kemanusiaan tersebut, tim relawan Gusdurian Peduli ini makan malam di warung yang tak jauh dari Posko PAM covid-19. Setelah makan, tiba-tiba dari belakang ada seorang oknum polisi yang mendatangi mereka dan langsung memukul kepala Faiqul Khair dengan senter sebanyak 3 kali," terang A'ak.

Lebih lanjut dia menceritakan, bahwa oknum polisi itu bernama Ismail yang merupakan anggota Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Sumenep.