"Karena pelayanan tidak hanya ada di daratan, tapi juga Kepulauan bisa nantinya kami jangkau. Kami malahan memikirkan bagaimana setiap Kecamatan di Sumenep harus ada Perpustakaannya. Kami akan melakukan koordinasi dengan Kecamatan," tuturnya.
Tak hanya Kecamatan, dirinya akan menginstruksikan pengelolaan dana desa untuk membuat Perpustakaan tiap desa.
"Kami sebagai tenaga pendamping maka akan maksimalkan program ini, kami sudah kerjasama dengan Dinas Pendidikan. Dengan cara memberikan peminjamam buku kepada anak. Kami yang ngantar, kami yang jemput, agar apa ? untuk menciptakan masyarakat gemar membaca. Kalau tidak dari sekarang, lalu kapan," tegasnya.
Dia berharap agar pemerintah harus memberikan perhatian khusus untuk perkembangan literasi di Sumenep. Masuni melihat, jika pembangunan saja yang tata, namun Sumber Daya Manusia (SDM) belum mumpuni, maka awal dari turunnya minat baca anak tidak perlu dipertanyakan lagi.
"Program ini sudah berjalan sejak 2019. Untuk kepulauan kita akan gagas juga dengan tim komunitas literasi Sumenep. Sampai saat ini 400 ribu judul buku ada di perpustakaan Sumenep. Tapi ini masih kurang menurut saya, jadi jika ada anggaran 1 miliar tidak harus ke pembangunan saja, melainkan pengembangan literasi dan gemar baca anak," pungkasnya. (mp/al/din)