"Bukan minat baca kurang, tapi layanan Pemerintah kurang untuk memberikan akses memberikan buku-bukunya. Sehingga kami mendapatkan solusi untuk membeli roda tiga untuk datang ke tiap desa," katanya.
Baginya, masyarakat sangat antusias utamanya anak-anak dan siswa, sebab dengan adanya tim yang hadir ke pelosok desa dengan konsep mendongeng, dapat memberikan stimulus sebelum gemar membaca.
"Karena begini, saat melihat orang miskin, tidak mungkin mereka membeli buku, nah dari itu kita berangkatkan armada roda tiga ini ke tiap-tiap desa untuk membuat masyarakat Sumenep bisa gemar membaca," terangnya.
Bahkan, dengan adanya Puskel roda tiga tersebut, kata dia, banyak masyarakat yang yang mengundang untuk hadir ke tiap desa. Tentu, hal itu dilakukan bersama tim komunitas literasi Sumenep.