"Untuk program yang ke lima ada program penyakit tidak menular ( PTM) dan ada beberapa sekolah yang kita periksa gurunya dicek semuanya kemudian juga ada kawasan tanpa rokok ( KTR) di lingkungan sekolah, komitmen mereka tidak boleh ada yang merokok sama sekali di sekolah dan kita tawarkan kalau memang mereka berkomitmen tanda tangan," jelasnya.

Kemudian ada program kerja kesehatan olahraga dan olahraga kami lakukan sosialisasi ke guru-guru untuk melakukan tes kebugaran pada siswa yaitu melatih dulu guru-gurunya kemudian akan di tes guru-gurunya bugar atau tidak.

"Dan yang terakhir ada program anak remaja,  anak remaja ini kami ada beberapa kegiatan yang pertama ada pemeriksaan kesehatan touchscreen siswa kelas satu atau murid baru kelas satu sampai kelas sembilan.

Pemeriksaan rutin tiap tahun kemudian nanti siswa akan diketahui tingginya berat badannya dan  dari pemeriksaan rutin tersebut kemudian ada juga pembinaan percontohan sekolah," pungkasnya. (mp/man/rus)