"Misalnya ada beberapa sekolah yang tidak memenuhi syarat yaitu kita sampaikan dan kemudian jajanan sekolah juga diperiksa .Tadi sudah disampaikan bahwa kita sudah punya alat untuk memeriksa jajanan itu mengandung boraks ,bahan pengawet dan lain sebagainya," ungkapnya.

Ketiga ada program imunisasi ke sekolah-sekolah, bahkan ada sekolah yang menolak imunasi, penolakan bukan dari orang tuanya akan tetapi yang  menolak malah dari sekolah yang tidak mau dimasuki oleh petugas kesehatan.

"Disinilah kami kami hadir untuk sharing diskusi kenapa kok tidak mau di imunisasi. Untuk itu kami berkoordinasi dengan  Camat , Dinas Kesehatan untuk mendorong sekolah-sekolah yang menolak untuk dilakukan imunisasi agar mau di imunisasi," imbuhnya.

Keempat ada program gizi  untuk remaja putri yang menderita anemia kita lakukan pemberian tablet tambah darah untuk tingkat SMP SMA kemudian di situ juga ada monitoring garam beryodium di sekolah-sekolah, karena garam yang mengandung yodium jauh lebih bagus, karena garam yodium ini juga penting untuk mencegah stanting.