Namun pada hari Senin (20/1/2020) ia pulang ke Kwanyar untuk menghadiri pemakaman salah satu tokoh di Bangkalan, dan diketahui oleh pihak kepolisian, saat prosesi pemakaman selesai, Polisi langsung meringkus tersangka dan dibawa ke Polres Bangkalan.

"Kami amankan tersangka pukul 13.00 wib di Kwanyar, lalu kita geledah rumahnya ternyata juga masih ada seperangkat alat hisab dan sisa sabu yang ia gunakan," tutup Rama.

Akibat perbuatannya tersebut Ahmad diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 5 tahun, dengan pasal 114 subsider pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (mp/sur/rul)