BANGKALAN, MaduraPost - Anggaran yang semula sebesar Rp 33 milliar untuk Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) di Bangkalan" class="inline-tag-link">Kabupaten Bangkalan, kini harus susut sebesar Rp 2 milliar untuk anggaran tahun 2020.

Tidak tanggung-tanggung Peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) di Bangkalan" class="inline-tag-link">Kabupaten Bangkalan akan berkurang Rp 90.038 ribu penerima dari jumlah total 155.038 jiwa.

Hal itu dijelaskan oleh Elle Winasari Kepala Kantor BPJS Kesehatan Wilayah Madura, saat menghadiri Sosialisasi Penerima Bantuan iuran Daerah (JKN-KIS) di Aula Pemkab Bangkalan, susutnya jumlah penerima disebabkan kenaikan PBID yang awalnya sebesar Rp 23.000, menjadi Rp 42.000.

“ini merupakan langkah dalam mengantisipasi dari kenaikan iuran yang terjadi," ujarnya.

Sedangkan Sudiyo Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan" class="inline-tag-link">Kabupaten Bangkalan menambahkan, anggaran Rp 31 Miliar untuk tahun 2020 tidak dapat menutupi kebutuhan PBID yang berjumlah 155.038 jiwa di Bangkalan" class="inline-tag-link">kabupaten Bangkalan, namun hingga Desember kita masih menanggung beban premi.