Bahkan, pria kelahiran Sambas itu menyatakan Form C1-KWK masih belum sampai ke tangan PPK tingkat kecamatan.
"Seharusnya form C1 sudah ditangan penyelenggara, tetapi sampai hari Minggu masih berkeliaran, tentunya tidak lengkap C1 itu di PPK," ujarnya.
Aktivis antikorupsi itu juga menyebutkan penyelenggaraan pemilu 2019 secara serentak banyak kecerungan. Salah satunya adalah surat suara tidak dibacakan seluruhnya. Itu terjadi di desa Karang Nangkah kecamatan Blega.
"Yang dihitung itu pilpres dan DPRD kabupaten, tigak kotak suara itu dibawa ke rumah kadesnya," tegasnya.