
SAMPANG, (Madurapost.co.id)- Rencana Pemerintah Kabupaten Sampang untuk pengembangan Wilayah Kota Sampang, dengan mengawali pembebasan tanah milik warga terkesan tidak serius, karena sejak tahun 2010 hingga saat ini belum juga terselesaikan.
Baca Juga:Beri Dukungan Moril Terhadap Pj Bupati Sampang, Ribuan Warga Demo Tuntut Pj Kades Ragung Ditangkap
Faktanya, Jalan lingkar selatan yang menghubungkan Kota Sampang dengan Kecamatan Pengarengan dan Kecamatan Torjun tersebut tidak berjalan mulus dan ada 7 pemilik tanah yang mengaku belum terselesaikan pembayarannya.