Saat melakukan orasi, para Aktivis sempat bersitegang dengan pihak keamanan kampus. Karena aksi yang mereka lakukan dihalau oleh pihak keamanan
Kericuhan terjadi, pada saat salah satu aktivis ALMAUN melihat status Wathsap temannya yang dianggap telah menyinggung aksi yang di kaitkan dengan Pemilihan Presma.
Semula, aktivis demonstrans itu melakukan aksi protes dengan cara membakar ban mobil didepan halaman kantor Rektor Unira. Mereka menuntut kepada pihak kampus, agar menindak tegas salah seorang dosen yang menjabat sebagai Kabiro kemahasiswaan yang diduga telah melakukan pelanggaran kode etik lantaran mengeluarkan bahasa kotor.
Bahasa kotor yang ditengarai melanggar kode etik tersebut, yakni berstatement "Arapa'ah ben" (*Translit: Mau ngapain kamu), yang dianggap telah menantangnya.
"Kami sangat kecewa kepada salah satu dosen tersebut karena telah mengeluarkan bahasa yang tidak cocok dengan dirinya selaku dosen pendidik" kata Lutfi, Korlap aksi, Sabtu (06/07/2019).