Menurut Ketua LSM GEMPUR Zainal Arifin pemerintah tak lebih sekedar buang - buang anggaran semata.
"saya selaku ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Pamekasan ( Gempur ) sangat menyayangkan program yang anggarannya menghabiskan banyak uang negara, tapi kurang pengawasan dari dinas terkait. Sehingga program tersebut terindikasi tidak sesuai dengan RAB mulai dari bahan maupun tekhnik pekerjaannya," ungkapnya.
"seperti contoh yang berada di kolpajung, bahan pasirnya menggunakan serbuk gilingan batu ( pasir kuning ). Sedangkan di utara SMA Negeri 1 Pamekasan pasirnya sangat sedikit yang seharusnya memiliki ketebalan 10 cm namun hanya sekitar 5 cm sehingga dampak akhirnya akan cepat rusak," tambahnya.
Zainal juga menyebut bahwa pekerjaan ini misterius karena dalam kedua proyek sama sekali tak nampak ada papan informasi pekerjaan.