Dengan kondisi psikologis yang parah itu, yang bersangkutan tetap menganggap dirinya bekerja di Satpol PP. Meski kenyataannya sudah bertugas di Kecamatan Batuan.


"Yang pasti dia tetap masuk ke Satpol PP, bahkan saya sering berpapasan dijalan dan mendapati dia berpakaian Satpol PP, namun saya tidak berani menegur karena yang bersangkutan stres," terangnya.