Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Vaksin Untuk Anak Usia 6 Tahun Akan Diterapkan di Sumenep

25
×

Vaksin Untuk Anak Usia 6 Tahun Akan Diterapkan di Sumenep

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sambut baik rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tentang pembaharuan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 hingga 11 tahun.

Saat ini, Dinkes Sumenep tengah menunggu surat resmi atas pembaruan vaksinasi tersebut. Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pihaknya mengatakan, rekomendasi pembaharuan vaksinasi ini dikeluarkan dengan pertimbangan anak-anak yang dimungkinkan dapat tertular dan menularkan Covid-19.

Baca Juga :  Kasus Corona di Sumenep Meningkat Drastis, Hari Ini Bertambah 8 Kasus

“Anak-anak takut juga tertular virus Covid-19 atau menularkan ke orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu, sasaran vaksin sudah ada gambaran untuk anak usia di atas 6 tahun. Tentu kalau sudah perintah, baik berupa edaran maupun yang lain dari Satgas Covid-19 pusat, siap tidak siap, harus siap. Tetapi belum ada tindak lanjut secara resmi,” terangnya, Jumat (19/11).

Pihaknya menguraikan, proporsi kasus anak terinfeksi Covid-19 berdasarkan data Satgas penanganan Covid-19 pada awal bulan ini, yaitu sebesar 13 persen secara nasional.

Baca Juga :  Apa Itu Gejala Hepatitis ? Ini Imbauan Dinkes dan P2KB Sumenep

Sebab itu, rekomendasi ini sangat penting untuk mengontrol penularan dan transmisi Covid-19 di Indonesia khususnya di Kabupaten ujung Timur pulau Madura ini.

Agus menjelaskan, rekomendasi ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, dengan perkembangan bukti-bukti ilmiah. Maka, kata dia, pemberian vaksin Sinovac pada anak golongan usia 6 tahun ke atas diberikan secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml.

Baca Juga :  Baru Menjabat, Kepala Puskesmas Optimis Bisa Meningkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan Karyawan di Puskesmas Pasean

Diketahui, vaksin sebanyak dua kali dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 Minggu. Dan tentunya masih membutuhkan sosialisasi dan pendekatan yang humanis.

Namun, lanjutnya, untuk teknis secara detail masih menunggu kepastian atas penerapan vaksinasi usia dini tersebut.

“Untuk pelaksanaannya sasaran anak sekolah atau siapa itu sebenarnya menunggu secara resmi, atau sekolah PAU atau RA,” tukasnya.