Usai Divaksin, Siswa SMKN 1 Sumenep Mengalami Pusing. Begini Penjelasan Kepala Sekolah

  • Bagikan
WAWANCARA : Zainul Sahari, Kepsek SMKN 1 Sumenep, saat diwawancara sejumlah awak media. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Usai melakukan vaksinasi, salah satu siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga alami efek samping.

Siswa yang diketahui seorang perempuan itu langsung dilarikan menggunakan mobil ambulans Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Sumenep, Zainul Sahari mengatakan, jika siswa tersebut belum makan sebelum melakukan vaksinasi.

“Untuk yang tadi itu katanya nggak sarapan. Tapi siswanya sekarang sudah pulang kok,” kata dia, saat dikonfirmasi sejumlah media usai vaksinasi, Senin (26/7).

BACA JUGA :  Forkopincam Banyuates Bangkit Melawan Wabah Virus Corona, Masyarakat Diminta Tenang

Secara teknis proses vaksinasi di SMKN 1 Sumenep melalui tiga tahap. Tahap pertama vaksinasi siswa dilakukan pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Kemudian, tahap kedua, pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Dilanjutkan tahap ketiga, pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Zainul menerangkan, apabila orang tua siswa boleh mendampingi anak-anaknya saat proses vaksinasi dilakukan.

BACA JUGA :  Kepala Puskesmas Pasean Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Covid-19

Sebanyak 1.600 siswa di sekolah ini dicanangkan untuk melakukan vaksinasi. Hanya saja, setelah sampai pada hari vaksinasi ratusan siswa memilih tidak hadir ke sekolah. Hanya terdata 104 siswa yang setuju untuk divaksin.

Pihaknya mengaku, dalam proses vaksinasi itu, wali murid siswa telah mengetahuinya. Sosialisasi jauh-jauh hari telah ia gencarkan, usai menerima surat dari Provinsi dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sumenep.

BACA JUGA :  Di Momentum HGN 2021, Bupati Sumenep Kuatkan Karakter 'Panggil Aku Guru'

“Sebenarnya wali murid siswa itu sudah tahu. Nah kami sudah bilang wali kelas. Karena saat ini pembelajaran daring. Dari situ kan wali kelas yang dekat, sudah dibuatkan grup juga,” akuinya.

Sebab itu, saat ini pihaknya mewajibkan untuk semua siswa yang ada di sekolahnya itu wajib mengikuti program vaksinasi.

“Semua sosialisasi sudah tersampaikan dengan baik. Tinggal siswanya mau tidak untuk divaksin,” pungkasnya,

  • Bagikan