SUMENEP, MaduraPost – Pimpinan Cabang BNI Pamekasan, Wahyudi Pangkat S., melakukan silaturahmi dan klarifikasi langsung ke kantor Perumahan Bukit Damai sebagai respons atas polemik pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atas nama Firda, Rabu (14/1/2026) sore.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya pimpinan bank untuk memperoleh informasi secara utuh dan berimbang, tidak semata berdasarkan laporan internal.
Dalam pertemuan tersebut, pihak pengembang yang diwakili Wirya menyampaikan kronologi pengajuan KPR dari awal hingga akhir.
Pimpinan Cabang BNI Pamekasan, Wahyudi Pangkat S., mendengarkan penjelasan tersebut dan selanjutnya melakukan klarifikasi dengan tim internal BNI yang turut hadir dalam pertemuan.
Proses klarifikasi berlangsung dinamis dan disertai diskusi intens. Dalam forum tersebut, salah satu petugas pemasaran BNI KCP Prenduan, Dafa, akhirnya menyampaikan penjelasan kepada Wahyudi bahwa proses appraisal terhadap objek KPR dimaksud telah selesai dilakukan dan nilai appraisal telah keluar.
Wirya dalam kesempatan itu juga meminta agar penyampaian fakta dilakukan secara terbuka tanpa rasa takut, demi kejelasan persoalan yang sedang dibahas.
Menanggapi penjelasan tersebut, Wahyudi menyatakan akan melakukan evaluasi internal dan berkomitmen menindaklanjuti persoalan tersebut secara profesional.
“Kami akan mengevaluasi dan mengkomunikasikan kembali dengan tim kami terkait hal ini. Di bawah kepemimpinan saya, BNI KC Pamekasan harus terus maju, dan seluruh tim harus bekerja secara ikhlas, jujur, dan transparan,” ujar Wahyudi Pangkat S, Rabu (14/1) kemarin.
Pihak pengembang Perumahan Bukit Damai, Nanda Wirya Laksana, menilai kehadiran langsung Pemimpin Cabang BNI Pamekasan sebagai bentuk kepemimpinan yang terbuka dan bertanggung jawab dalam menyikapi persoalan yang berkembang di masyarakat.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penyelesaian persoalan secara objektif, sekaligus memperkuat komitmen pelayanan perbankan yang profesional dan akuntabel.***






