Penegak Hukum di Sumenep Tumpul, Mencla-Mencle Tangani Kasus Gedung Dinkes

  • Bagikan
BANGUNAN. Kantor Dinkes Sumenep. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Kurang lebih 7 tahun lamanya sejak 2014 lalu, proyek pembangunan gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) yang dikerjakan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berlalu.

Proyek yang menelan anggaran hingga Rp. 4,5 Miliar pada tahun 2015 itu lantas dilaporkan ke Polres Sumenep, hingga saat ini masih terkesan jalan ditempat, dan menjadi kasus terbesar di Kota Keris itu.

Dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan gedung Dinkes Sumenep yang ditangani Polres Sumenep hingga kini memang seolah belum menemui titik terang.

BACA JUGA :  Polres Pamekasan Diduga Biarkan 3 DPO Kasus Pengeroyokan Asal Desa Klampar

Pasalnya, tentang kasus dugaan Tipikor pembangunan gedung Dinkes itu sudah ditangani dan berganti 8 Kapolres Sumenep. Namun, tetap saja belum bisa mengungkap fakta kebenaran dugaan Tipikor itu.

Tercatat, pada akhir tahun 2019 lalu, kasus tersebut menetapkan dua tersangka bernama Imam Mahmudi, sebagai pelaksana proyek, dan Muhsi Alqodri, sebagai penerima kuasa pelaksana.

Hingga saat ini, kedua tersangka masih leluasa menghirup udara segar. Bahkan, hasil informasi yang dihimpun media ini, kedua tersangka masih kerap mengerjakan proyek milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

BACA JUGA :  Tukar Guling, Dugaan Yayasan Bodong ? Sajali: Jika Ada Indikasi Saya Laporkan Kembali

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, saat dikonfirmasi media baru-baru ini, mengaku telah melimpahkan kembali semua berkas kasus itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

“Sekitar satu Minggu yang lalu, tanggal 19 Mei 2021,” tulis Widiarti, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya, Rabu (2/6/2021) kemarin.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Sumenep, Novan Bernadi mengatakan, bahwa berkas kasus tersebut telah diterimanya.

“Tapi bukan tanggal 19 Mei 2021, berkas yang Dinkes baru masuk hari Senin kemarin, tanggal 21 Juni 2021. Bahkan lebih dulu berkas yang kasus olah tangkap tangan (OTT),” kata Novan, saat dikonfirmasi sejumlah media, Kamis (24/6/2021) kemarin.

BACA JUGA :  Nekat Edarkan Narkoba, Dua Warga Buddagan Pademawu Dibekuk Polisi

Novan menjelaskan, saat ini tengah mempelajari berkas kasus tersebut. Dirinya mengaku, memiliki kesempatan 14 hari kerja untuk memeriksa berkas dugaan Tipikor gedung Dinkes tersebut.

“Saat ini sedang kami pelajari, waktu kita 14 hari kerja, terhitung mulai hari Senin kemarin, sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) 138,” tukasnya.

  • Bagikan