BANGKALAN, MaduraPost – Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) di desa Benangkah kecamatan Burneh kabupaten Bangkalan berujung carok.
Pasalnya, pembentukan P2KD yang diadakan di halaman balai desa Benangkah itu dihadiri oleh Calon Kepala Desa (Cakades) yang tidak mendapat undangan.
Sehingga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) H. Ansori memanggil Cakades yang berinisial A agar tidak mengikuti rapat pemilihan pembentukan P2KD di karenakan tidak diundang.
Namun Cakades tersebut tidak mau sehingga terjadi cekcok antara Cakades dengan H. Ansori dan dilerai oleh Mustofa (44) asal Dsn. Padangdang desa Benangkah kecamatan Burneh kabupaten Bangkalan.
“Pada saat bersamaan dari arah belakang datang saudara U (pengikut A) langsung membacok Mustofa (44) dan langsung melarikan diri,” terang Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja. Senin (01/02/2021).
Lanjut Kasatreskrim Bangkalan, kemudian terjadi tarung antara Mustofa (44) dengan A, saat itu sajam milik saudara A sempat terjatuh dan berhasil direbut oleh keponakannya yang berinisial MJ. (34) asal Dsn. Duko desa Benangkah kecacatan Burneh dan mengarahkan kepada Mustofa (44) yang pada saat itu dalam keadaan luka parah.
“Kemudian H. Ansori melerai dan saudara A beserta pengikutnya meninggalkan Balai Desa,” paparnya.
Sementara itu Mustofa (korban) dilarikan ke rumah sakit dengan luka pada bagian bahu kanan, bahu kiri, lengan kiri dan betis kanan akibat bacokan senjata tajam (Sajam).
Menurut pria kelahiran Sumedang itu, pihaknya mendapatkan informasi bahwa salah seorang pelaku sedang berada di seputaran Desa Jambu kecamatan Socah. Mengetahui hal itu, lalu dialkukan pengintaian di sekitar lokasi.
Dan pukul 17.00 aparat kepolisian berhasil mengamankan satu orang laki-laki yang diketahui atas nama MJ. Selanjutnya Pelaku dibawa ke Mapolres Bangkalan untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Atas tindakan tersebut, tersangka dikenai Pasal 170 ayat (2) KUHP,” tandasnya. (Mp/sur/kk)






