SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadlineHukum & Kriminal

Gara Gara Warisan, Anak dan Ibu Kandungnya Sendiri Dipidanakan

Avatar
×

Gara Gara Warisan, Anak dan Ibu Kandungnya Sendiri Dipidanakan

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN, MaduraPost – Sungguh tega seorang perempuan berinisial SH (45) warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan.

Hanya gara gara warisan, SH Tega menyeret ibu kandungnya sendiri inisial MH (61) dan anaknya sendiri yang berinisial RN (24) ke meja hijau.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SH memperkarakan Ibu Kandungnya sendiri atas dugaan pemalsuan surat kematian dan surat keterangan ahli waris.

Dugaan pemalsuan tersebut atas keperluan peralihan hak tanah yang sebelumnya atas nama pelapor, dengan di atasnamakan cucunya yang sekaligus putri dari pelapor.

Baca Juga :  Sekda Sampang Bantah Kinerja 111 Pj Kades Tak Maksimal

Kasus yang saat ini dalam proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan sudah masuk dalam pemeriksaan saksi ahli, Senin (24/2/2020).

Sidang yang berlangsung selama kurang lebih 35 menit tersebut dipimpin langsung oleh ketua PN Bangkalan, Maskur Hidayat.

Namun, saksi ahli yang di datangkan oleh JPU di tolak oleh penasehat hukum terdakwa dengan alasan tidak berkompeten dalam keahliannya.

Baca Juga :  DPC PWRI Sumenep Sukses Gelar Lomba Futsal Bupati Cup 2022, Begini Kata Bupati Fauzi

Penasehat hukum terdakwa, Hamdan usai persidangan pengatakan, pihaknya menolak terkait kesaksian saksi ahli yang dihadirkan oleh JPU karena tidak berkompeten dalam keahliannya.

“Saksi ahli yang dihadirkan merupakan ahli di bidang pertanahan yang tidak ada kaitannya dengan kasus ini, sehingga kami menolaknya, jadi semestinya yang di hadirkan saksi ahli pidana yang paham betul tentang krimonologi,” Katanya

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Pamekasan Over Kapasitas, Narapidana Kelas Kakap Dipindah ke Nusakambangan

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dari terdakwa, sebelumnya anak kandugnya sudah menjual semua aset tanah yang di milikinya dan tinggal tanah dan rumah yang ditempati saat ini.

“Karena terdakwa takut tanah yang ditempati juga dijual sama anaknya itu, sang ibu ber inisiatif membalik namakan tanah itu ke atas nama cucunya yang tidak lain adalah anak dari pelapor,” Tandasnya. (mp/sur/rul)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.