SUMENEP, MaduraPost – Pondok Pesantren Sumber Payung Daerah As-Syukri, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar kegiatan edukatif bertajuk Pekan Ngaji Kitab Kuning dan Pelatihan Jurnalistik, yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 6 hingga 7 Juli 2025.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para santri dan santriwati dari jenjang SMP hingga SMA. Selama dua hari, para peserta mendapatkan wawasan keislaman melalui kajian kitab kuning serta pengetahuan praktis dalam dunia jurnalistik.
Abd. Hannan, Koordinator Bidang Pengembangan Bakat dan Minat Santri menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam membentuk generasi santri yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga melek literasi dan informasi.
“Kami ingin membekali para santri dengan keterampilan tambahan yang bermanfaat di luar kajian keislaman. Dunia jurnalistik, misalnya, bisa menjadi sarana dakwah sekaligus ruang untuk menyalurkan ide dan aspirasi secara bijak,” ungkap staf Tata Usaha dan Bendahara Pondok Pesantren Sumber Payung As-Syukri ini, Jumat (10/7).
Pelatihan jurnalistik pada kegiatan ini dipandu oleh Miftahol Hendra Efendi, seorang jurnalis dan penulis yang telah berpengalaman di berbagai media lokal dan nasional.
Dalam paparannya, ia mengajak para santri untuk memahami dasar-dasar jurnalistik, mulai dari teknik menulis berita, wawancara, hingga pentingnya verifikasi fakta.
“Santri memiliki potensi luar biasa. Dengan bekal kemampuan jurnalistik, mereka bisa menjadi pencerah di tengah masyarakat, menyampaikan informasi yang benar dan membangun narasi positif dari pesantren,” ujar wartawan MaduraPost tersebut.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Tak hanya karena materi yang disajikan, namun juga karena pendekatan yang interaktif dan inspiratif, yang membuat mereka semakin tertarik untuk mendalami dunia kepenulisan dan jurnalistik.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pondok Pesantren Sumber Payung As-Syukri berharap bisa melahirkan santri-santri yang tidak hanya religius, namun juga adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di bidang literasi dan media.***






