Mulai Garap Lahan Padi, Petani Berharap Bibit dan Pupuk Tidak Langka Di Pasaran

  • Bagikan
Petani saat menggarap lahan pertaniannya.

PAMEKASAN, MaduraPost– Masuk Bulan November 2021, petani sudah mulai menggarap lahan Pertanian Padi, seiring dengan tingginya curah hujan di Kabupaten Pamekasan, Selasa, (09/11/2021)

Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menandakan masuknya musim kemarau sekaligus masuk musim petani menggarap lahan untuk ditanami padi.

Bahkan sudah ada yang membuat bedeng-bedeng untuk ditaburi bibit padi unggul.

BACA JUGA :  Menjadi Makelar Narkoba, Warga Sumenep Kini Berhasil Ditangkap Polisi

Menanggapi hal tersebut sejumlah petani berharap tahun ini tidak mengalami kelangkaan bibit unggul seperti tahun kemaren.

Hal tersebut di sampaikan oleh H.Faruq petani asal kecamatan pakong, dimana pada tahun kemaren bibit padi sangat sulit di dapatkan di pasaran.

” Tahun kemaren bibit padi Seperti Sembada dan Mapan sangat sulit didapatkan pada musim tanam bibit, sehingga petani harus menanam bibit biasa yang membuat hasil panin menirun”, jelasnya.

BACA JUGA :  Berprofesi Jadi Sales,Warga Sidoarjo Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Wijaya Sumenep

Bahkan menurutnya saat ini pupuk di sejumlah kios mulai mengalami kelangkaan sehingga sangat berpengaruh terhadap hasil panin nantinya.

“Sama seperti tahun kemaren, pupuk di pasaran saat ini sedikit mengalami kelangkaan, jika tahun kemaren harus pesan kepada kelompok tani, sekarang di kelompok tani dan kios pupuk urea yang di butuhkan petani sedikit mengalami kelangkaan”, tuturnya.

BACA JUGA :  FRPB Pamekasan Lakukan Pendistribusian Kursi Roda Bagi Penyandang Disabilitas

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas terkait dapat mengantisipasi hal tersebut, sehingga hasil panin tahun ini dapat meningkat.

  • Bagikan