Scroll untuk baca artikel
DaerahHukum & Kriminal

Lantaran Dipicu Persoalan Tanah, Warga Plakpak Pamekasan Dianiaya Tetangganya, Kini Korban Lapor Polisi

31
×

Lantaran Dipicu Persoalan Tanah, Warga Plakpak Pamekasan Dianiaya Tetangganya, Kini Korban Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, MaduraPost – Telah terjadi tindak penganiayaan kepada Sibaweh (60) yang dilakukan oleh SL (70), yang keduanya merupakan tetangga sama-sama warga Dusun Tengracak Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan Madura, Sabtu (14/03/2020). Sekira pukul 10:30 WIB.

Insiden tersebut dipicu lantaran berebut sebidang tanah yang saling klaim. Sehingga, mendatangkan dari Badan Pertanahan Pamekasan untuk dilakukan penyelidikan kebenaran milik sah tanah tersebut.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Akhirnya, Pemilikan tanah tersebut sah milik saudara Sibaweh warga setempat yang dianiaya oleh SL.

Baca Juga :  LSM JCW Jatim Laporkan Dugaan Korupsi DD Tahun 2019 Desa Ombul Ke Polda Jatim

Selang beberapa hari, Sibaweh duduk di halaman rumah mengawasi tukang atau pekerja yang sedang mengerjakan bangun pagar di tanah yang dimilikinya itu.

Nahas terjadi, tiba-tiba terlapor datang dari arah belakang dan langsung terjadi tindak pidana penganiayaan pada korban, dengan cara memukul menggunakan tangan kosong dan membantingnya hingga tersungkur ketumpukan batu mengakibatkan luka sobek di kepalanya.

Baca Juga :  Empat Warga Sumenep Tersengat Aliran Listrik, Satu Orang Tewas di TKP

Tidak terima dianiaya, Sibaweh melaporkan SL ke Polres Pamekasan dengan perkara Tindak Pidana Penganiayaan yang di dampingi oleh keluarganya.

Atas kejadian tersebut, SL dilaporkan oleh korban ke Polres Pamekasan dengan bukti lapor. Nomor : TBL.80/III/20/JATIM/RES.PMK.

“Saya kaget pak, tiba-tiba memukul dan membanting saya ke tumpukan batu. sehingga saya mengalami luka memar berdarah di dekat mata, saya harus dilarikan ke rumah sakit,” Kata Sibaweh menjelasakan.

Baca Juga :  Seorang Suami di Sumenep Meninggal Dipangkuan Istrinya Dipinggir Jalan

Menurutnya, MS sering berbuat ulah, namun hanya saat ini yang paling parah. Korban melaporkan MS agar ada efek jera dan tidak main-main dengan hukum.

“Saya sudah sakit hati pak dan tidak terima dengan ulahnya, karena dia sering membuat ulah tapi baru sekarang sampai kejadian seperti ini, makanya saya melaporkan tindakannya biar ada efek jera,” Tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan awak media masih mendalami informasi selanjutnya. (mp/rai/rus).