close menu

Masuk


Tutup x

Pemilihan BPD di Desa Dasuk Laok Diduga Tidak Transparan dan Cenderung Nepotisme

Penulis: | Editor:

SUMENEP, MaduraPost – Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di desa Dasuk Laok Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep menuai kontroversi tokoh dan masyarakat setempat.

Selain tidak Transparan, Pemilihan anggota BPD diduga telah dimonupoli oleh Kepala Desa dan Perangkat desa yang inten membantu Kepala Desa Pada Saat pelaksanaan Pilkades tahun 2019 Kemaren.

Demikian disampaikan MH (inisial) salah satu warga setempat yang mengatakan bahwa banyak kejanggalan yang terjadi dalam proses seleksi calon anggota BPD di Desanya.

BACA JUGA :  Akibat Miras Oplosan, Pelajar Asal Sumenep Tewas

Mulai dari proses sosialisasi yang sangat minim tentang adanya pemilihan anggota BPD, serta berkembangnya isu bahwa orang-orang yang akan menduduki anggota BPD sudah diatur sedemikian rupa agar hanya kerabat kepala desa yang mendapatkan posisi tersebut.

“Saya kaget, karena sosialisasi saja belum ada, tahu-tahu ternyata kabarnya proses pendaftaran sudah di tutup. Sehingga orang-orang yang mendaftar hanya terdiri dari family dekat serta tim sukses Kepala Desa waktu Pilkades kemaren. Kata MH. Sabtu (14/03/2020).

BACA JUGA :  Baca Dua Kalimat Syahadat, Kepala BPBD Sampang Resmi Menjadi Muallaf

Senada dengan MH, Salah satu tokoh agama yang namanya tidak mau disebutkan juga mempertanyakan struktur kepanitiaan dalam pemilihan BPD di Desa Dasok Laok.

Menurutnta, sesuai dengan peraturan Bupati sumenep Nomor 7 tahun 2020 tentang BPD, jelas  mengatakan  bahwa pembentukan panitia harus melalui musyawarah desa (MusDes). Namun jika para panitia itu atau perangkat desa bersikukuh MusDes tersebut sudah selesai dilaksanakan, Mereka harus buktikan pada masyarakat.

BACA JUGA :  Akibat Bakar Sisa Pakan Ternak, Kandang Sapi di Kadur Pamekasan Ludes Dilalap Api

“musyawarahnya kapan, bukti fisiknya apa, dan siapa sajakah tokoh yang hadir mewakili tiap-tiap dusun dalam MusDes tersebut”. Katanya

Sementara sampai berita ini dipublikasikan, Pihak pemerintah desa termasuk Ibu Kepala Desa Dasok Laok (Ruhawa) saat dihubungi via telpon Nomernya tidak aktif. Begitu jega dengan Sekretaris desa tidak menerima telpon, bahkan dihubungi via WA juga tidak direspon. (Mp/fat/rul)