Kata-Kata Kotor Kasatpol PP Sumenep Hingga Ancam Anak Buahnya Dipecat dan Sebut Nama Bupati Viral

  • Bagikan
WAWANCARA : Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito, saat diwawancara sejumlah awak media beberapa waktu lalu. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Baru-baru ini viral di media sosial (Medsos) utamanya di grup WhatsApp, sebuah rekaman telfon Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ancam akan membunuh anak buahnya.

Rekaman audio berdurasi 5 menit 13 detik tersebut nampak terdengar suara Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito, yang saat ini tengah mengikuti sebuah pelatihan di luar Kota memarahi anak buahnya dalam bilik telfon.

Dalam percakapan bersama anak buahnya itu, Purwo terdengar dengan nada marah kepada tiga orang yang diduga adalah oknum Satpol PP yang bertugas sebagai sopirnya.

“Sampaikan bahasaku, ngerti goblok. Bapak marah, karena kamu, Deki dengan Holis tidak patuh pada waktu nganter Bapak hari Minggu, di telfon mati semua HP-nya,” berikut bunyi suara Purwo pada rekaman telfon yang viral tersebut, Sabtu (13/11).

Tak tanggung-tanggung, Purwo juga mengancam akan memberhentikan tiga personil Satpol PP jika tidak mematuhi perintahnya.

“Apapun alasannya Deki tidak izin itu, kamu bisa nirukan omongan saya. Kamu panggil Deki sama Holis, kalau masih kerasan kerja di Satpol PP, nanti kalau saya sudah datang wajib nulis pernyataan,” ujarnya dengan nada keras penuh makna.

Pada rekaman telfon itu, Purwo juga membawa-bawa nama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Dengan lantang, dirinya tidak takut meski ada oknum Satpol PP yang menjadi beking Bupati Sumenep.

BACA JUGA :  Diam Diam Penyidik Kejari Pamekasan Memeriksa Kepala DLH, Ada Apa ?

“Kalau tidak ngikuti, aya berhentikan, ngerti. Saya tidak main-main, walaupun kamu bekingnya Bupati saya nggak ngurus, ngerti,” jelas dia.

Keseriusan itu nampak Purwo tunjukkan ketika ia bersumpah dengan nama Tuhan. Bahwa, kata dia pada rekaman telfon itu, jika tidak melayani Ibu Kasat berikut keluarganya akan dipecat dari jabatannya.

“Demi Allah pasti saya berhentikan. Pokoknya ingat, bilang ke Holis dan Deki wajib layani Bu Kasat, jangan sampai ada apa-apa dengan keluarga saya. Jangan sampai mobil itu tidak di cat merah, sekarang juga kamu telfon Deki. Selesai ujian, Deki harus ngecek plat merah mobil warna putih,” ucapnya.

Berikut bunyi lanjutan rekaman audio telfon Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito, bersama anak buahnya yang viral di grup WhatsApp.

“Setiap hari, kamu wajib laporan tentang situasi keluarga saya di rumah. Kamu yang wajib laporan, termasuk Deki dan Holis ngecek mobil,”

“Bilang ke Holis, dia sudah saya ancam barusan. Kalau sampai kamu lenyap, alasan sakit atau apapun tahu sendiri. Salam saja sakit masih sempat ngangkat HP, masih izin pakai tata krama etika,”

“Ingat, bukan di pindah tapi saya berhentikan. Demi Allah bukan main-main. Sampaikan sekarang juga. Tugas kalian ngecek mobil setiap hari dan keluarga saya. Ngawasi ibu dan keluarga saya,”

“Kalau kamu tidak laksanakan, tahu sendiri akibatnya. Kemarin anak saya jatuh, bangsat kamu, bajingan kamu, anjing kamu,”

“Kamu pernah bilang Ibnu itu supirnya enak, matamu bangsat kamu itu. Kamu anjing mulutnya. Kamu itu kalau ngomong sama pimpinan jangan sembarangan, ngerti. Saya ini pimpinan, bangsat kamu itu,”

“Kamu kalau sampai ada apa-apa sama keluarga saya, saya pecat kamu, saya tidak main-main. Tidak ada satu orang yang boleh nyentuh mobil saya selain kamu, Holis, dan Deki. Harus bertanggungjawab,”

“Saya orangnya tidak pernah main-main, orang lain saya lawan apalagi cuma kecoa, kroco-kroco pangkat tempe kayak kamu. Pangkat kamu itu pangkat tempe,”

“Sampai ada apa-apa pada keluarga saya, saya bunuh kamu, ngerti,”

KASATPOL PP SUMENEP AKUI JIKA UCAPANNYA ITU KHILAF

Beredarnya audio suara dirinya, Purwo mengakui jika hal tersebut diucapkannya tanpa sengaja alias khilaf.

BACA JUGA :  Trik Jitu Kasat Lantas Polres Sumenep Menekan Angka Pelanggaran Lalu Lintas

Menurutnya, tidak ada alasan lain. Sebab hal itu adalah sikap gertakan mengingatkan saja. Apalagi, kata Purwo, hal itu menyangkut keselamatan keluarganya.

“Kebetulan kemarin anak saya apes, tapi sudah wes diklarifikasi. Sudah tak panggil orangnya. Ini hanya masalah intern sopir saya, nggak ada tujuan lain, cuma gertakan mengingatkan,” kata dia, saat dikonfirmasi MaduraPost baru-baru ini.

BACA JUGA :  Sambut HUT ke-76, PT Garam Gelar Kegiatan Khotmil Quran

Dia pun kembali bersumpah, jika ucapan yang dinyatakannya dalam rekaman audio tersebut semata-mata hanyalah bentuk kekhawatiran pada keluarganya.

“Sumpah demi Allah hanya gertakan mengingatkan saja. Nggak ada tujuan lain,” akuinya.

Ditanya soal viralnya audio tersebut dan siapa yang tega merekam percakapan dirinya, pihaknya mengaku tidak tahu menahu.

“Saya nggak tahu kenapa audio ini itu viral. Tapi itu hanya gertak bercanda saja dengan anak buah saya,” dalihnya.

SIKAP INSPEKTORAT SUMENEP MEMILIH ACUH SEBELUM ADA LAPORAN MASYARAKAT

Sementara itu, Supardi, Inspektur Pembantu I Inspektorat Sumenep, mengaku tidak tahu keaslian audio viral percakapan Kasatpol PP Sumenep bersama anak buahnya itu.

Menurutny, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menaati kode etik dan disiplin. Disinggung soal perkataan kasar Kasatpol PP Sumenep terhadap bawahannya serta tugas menjaga keluarga Kasatpol PP Sumenep, Supardi lagi-lagi berdalih tidak tahu.

“Mungkin emosi atau bagaimana, jadi ya kita lihat dulu lah suasananya. Misal kita atau kami lah ditugaskan, kita lihat juga situasi dan kondisinya saat itu,” ungkapnya, seperti yang dilansir dari Kompas TV.

Meski begitu, Inspektorat Sumenep menyatakan proses penegakan disiplin akan dilakukan jika ada arahan atau aduan dari masyarakat.

  • Bagikan