Umum  

Jelang Nataru, Ketua DPRD Sumenep Imbau Warga Jaga Kamtibmas

Avatar
Ilustrasi

SUMENEP, MaduraPost – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ajak warga menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) jelang perayaan hari Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, hari Natal merupakan hari besar bagi umat kristiani.

Sehingga, sangat penting untuk menjaga kondusifitas. Supaya, kerukunan sesama warga Negara tetap tercipta, dan bisa saling mengormati antara yang satu dengan yang lainnya.

BACA JUGA :  Penggerak PKK Sampang Bentuk Kelompok Dasawisma di Desa Krampon

Menurut dia, selama perayaan Natal dan tahun baru, biasanya masyarakat cenderung melakukan kegiatan yang berdampak pada aktivitas publik.

Terutama anak-anak muda yang menyambut tahun baru dengan konvoi keliling dan berpotensi terjadi gangguan pada Kamtibmas.

“Terlebih lagi saat ini masih dalam situasi pandemi, kami berharap umat kristiani di Sumenep dan anak-anak muda kita tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Hamid saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/12).

BACA JUGA :  Hebatnya Pembangunan di Era Bupati Mas Tamam, Belum Sebulan Sudah Hancur

Dia menambahkan, pentingnya menjaga mobilitas dalam membatasi kegiatan yang menimbulkan keramaian perlu diperhatikan. Apalagi Covid-19 kian bermutasi, bahkan baru-baru ini muncul varian baru yang dikenal dengan Unicorn Covid-19.

“Makanya kita perlu waspada, kalau tidak ada keperluan mendesak tidak usah keluar rumah, apalagi berlibur ke luar daerah, cukup nikmati alam sekitar kita, jangan sampai membawa virus dari luar masuk ke Sumenep dan menimbulkan klaster baru,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

BACA JUGA :  Enam Bulan PT Sumekar Sumenep tak Gaji Karyawan Hingga Ancam Mogok Kerja

Selain itu pihaknya meminta, aparat penegak hukum baik TNI dan Polri tetap menjalankan fungsi dan peran dengan baik. Agar keamanan dan ketertiban masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga perayaan Natal dan tahun baru dapat dilewati dengan baik pula.

“Baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda bisa bergandengan tangan guna menciptakan kondisi yang harmonis,” kata Hamid menjelaskan.