Ini Jenis Gempa Bumi 3.9 Magnitudo yang Mengguncang Sumenep

Avatar
Ilustrasi

SUMENEP, MaduraPost – Gempa bumi berkekuatan 3.9 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hanya terasa di dua Kecamatan saja. Meliputi Kecamatan Batiputih dan Batang-batang.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Usma Kholid mengungkapkan, dari hasil analisa gempa bumi berkekuatan 3.9 magnitudo tersebut terletak pada koordinat 6.89 LS dan 113.99 BT, tepatnya berlokasi di wilayah daratan Kabupaten Sumenep. Jaraknya sekitar 21 kilometer ke arah timur laut Sumenep pada kedalaman 10 kilometer.

BACA JUGA :  Alumni PP Miftahul Ulum Panyepen Apresiasi Kinerja Polres Pamekasan Usut Penghina KH. Muddatstsir

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal,” kata Usman mengungkapkan saat dikonfirmasi melalui sambungan telfonnya, Kamis (12/5).

Sebelumnya, gempa bumi tektonik 3.9 magnitudo itu dirasakan warga Sumenep, Kamis dini hari sekitar pukul 00.43 WIB. Usman menerangkan, dengan skala intensitas II – III MMI pada dini hari itu memang dirasakan oleh orang banyak.

BACA JUGA :  Peduli Terhadap Sesama, Alumni SMA Negeri 4 Pamekasan 2006 Bagikan Sembako Pada Masyarakat Terdampak Covid-19

“Apalagi warga yang ada di dalam rumah. Getarannya membuat gerabah pecah, jendela dan pintu berderik dan dinding berbunyi,” tuturnya.

Pihaknya menyebut, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

“Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini paling dirasakan di wilayah Kecamatan Batuputih,” jelasnya.

BACA JUGA :  Proses Rekapitulasi di Kabupaten Sampang Ricuh, Saksi Prabowo – Sandi Ditahan

Diketahui, hingga pukul 06:00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Namun, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://wwwdotbmkgdotgoid/ atau inatews.bmkg.go.id).), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” tandasnya.