Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Elemen Masyarakat Endus Aroma Korupsi BUMDes di Pamekasan

Avatar
41
×

Elemen Masyarakat Endus Aroma Korupsi BUMDes di Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi.

PAMEKASAN, MaduraPost – Beberapa elemen masyarakat endus aroma tidak beres bahkan korupsi pada manajemen pengelolaan Gedung Olahraga (GOR) lapangan Futsal dan Badminton yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD) Ta. 2019 di Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Berdasarkan beberapa informasi yang dihimpun oleh Wartawan Media ini, melalui salah satu Unitnya pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bariklana diduga telah memanipulasi pembukuan dana dari hasil setiap penyewaan gedung multi fungsi yang dikelolanya sejak diresmikan pada tahun 2020 lalu.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Kejari Sampang Sumpah Semua Saksi Dugaan Korupsi PTSL Desa Bira Barat

Tak pelak, dana dari hasil penyewaan GOR selama kurun waktu kurang lebih setahun terakhir yang jumlahnya diperkirakan telah mencapai puluhan juta itu, diduga kuat telah banyak dikorupsi atau diselewengkan oleh kroni-kroninya BUMDes di desa tersebut.

“Tentu dalam persoalan itu, kami akan segera bertindak. Karena yang perlu diketahui bersama adalah substansi dari BUMDes itu bertujuan untuk meningkatkan dan mendorong perekonomian masyarakat, bukan untuk kantong-kantong oknum anggota BUMDes atau salah satu pihak,” kata Abdul Basit selaku Ketua, Kamis (10/10/2021).

Nah, andai kata manajemen dan sistem pembukuannya (hasil pengelolaan GOR Desa Bettet, red) itu jelas, jumlah PAD yang didapat Desa Bettet mestinya sudah puluhan juta. Karena kalau dikalkulasi sederhana saja, cetus Basit (akrab disapa), 50 ribu per jam tarif sewa futsal, 150 ribu per bulan untuk tarif Badminton dan ditambah sewa-sewa lain itu sangat fantastis pendapatannya.

Baca Juga :  Proyek Plengsengan di Desa Tampojung Tinggina Diduga Jadi Lahan Korupsi Berjamaah, Kini Dapat Sorotan LSM LIBAS88

“Karena kalau kami intip, lumayan dalan setiap harinya yang sewa GOR itu. Artinya banyak pemain Futsal dan Badminton yang menyewanya. Sementara pembukuannya itu tidak jelas. Maka dari itu, jelas indikasi penyimpangannya (pihak BUMDes, red). Kami tegaskan, akan kami kawal persoalan tersebut sampai tuntas, dan yang jelas tujuan kami positif,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pemdes Sokobanah Daya Diduga Potong Bantuan Beras, Warga Hanya Terima Separuh Jatah

Sementara Ahmad Badawi selaku Sekretaris BUMDes Bariklana di Desa Bettet itu saat dimintai nomer kontaknya Ketua BUMDes dan Ketua Unit bagian pengelolaan GOR lapangan Futsal dan Badminton tersebut sepertinya enggan memberikannya.

“Maaf ini sy WA Beliau (Ketua BUMDes Bariklana, red) belum dijawab. Ini saya juga belum dibalas, mending sampean lgsg pak kades aja,” kata Ahmad Badawi melalui via WhatsApp-nya.