Scroll untuk melanjutkan membaca
Berita

DPC PWRI Sumenep Kecam Media Online yang Cemarkan Nama Baik Wartawan, Ternyata Gara-gara Ini!

Avatar
×

DPC PWRI Sumenep Kecam Media Online yang Cemarkan Nama Baik Wartawan, Ternyata Gara-gara Ini!

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Potret bersama anggota DPC PWRI Kabupaten Sumenep usai dilantik pada 2021 lalu. (M. Hendra. E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Baru-baru ini mencuat soal konten dengan judul ‘Kasus Dugaan Penipuan Oleh Fauzi, Kini Seret Nama Dandim Sumenep’ yang terbit di website Suara Anak Kolong pada Minggu (20/11/2022) kemarin. Rabu, 23 November 2022.

Di mana konten tersebut dinilai sudah keluar dari kode etik jurnalistik dan mencemarkan nama baik kuli tinta.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca

Hal itu disampaikan oleh Ketua Bidang Investigasi, Advokasi Hukum dan HAM DPC PWRI Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Moh. Rudi Hartono.

Rudi menjelaskan, dalam menulis berita seharusnya wartawan memperhatikan kaidah jurnalistik dengan baik dan benar. Apabila terdapat konten atau isi berita keluar dari KEJ maka patut untuk disikapi bersama.

“Konten tersebut tidak layak disebut berita, itu konten sampah yang bisa berakibat merugikan profesi wartawan,” kata Rudi, di kantor DPC PWRI Sumenep, Rabu (23/11).

Rudi juga menyebut, alasan pertama dikatakan merugikan lantaran konten tersebut tidak cover both side atau berimbang.

“Para pihak terkait di dalam pemberitaan tersebut tidak dikonfirmasi oleh penulis berita. Padahal dalam konteks berita itu, seharusnya penulis berita melakukan konfirmasi kepada pihak terkait,” kata Rudi menegaskan.

Kemudian, lanjut Rudi, website Suara Anak Kolong tidak jelas statusnya sebagai media massa. Sebab, website tersebut mencantumkan menu Tentang Kami, namun laman itu kosong alias tidak ada isinya.

“Termasuk tidak terdapat boks redaksi yang seharusnya menjelaskan susunan redaksi hingga perusahaan sebagai media massa,” jelas Rudi.

Alasan lain, beberapa menu lain seperti pedoman media siber, karier, informasi dan konten iklan juga kosong. Sehingga, ia menduga bahwa website tersebut hanya dijadikan bancakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab terhadap produk jurnalistik.

“Yang paling parah menyerah nama Dandim 0827 Sumenep. Ini juga bisa dilaporkan dugaan pencemaran nama baik nanti kan,” beber Rudi, geram.

“Website atau media-media tidak jelas begini bisa merugikan profesi kita sebagai wartawan, karena isinya sepihak,” kata Rudi menimpali.

Diketahui, berdasarkan penelusuran tim IT DPC PWRI Sumenep, domain Suara Anak Kolong didaftarkan pada 07 November 2020.

Baca Juga :  Kedapatan Membawa Narkoba dan Sajam, Polisi Amankan Dua Pemuda Asal Bangkalan

Dari informasi kontak registrasi, pendaftar domain tersebut bernama Anak Kolong dengan organisasi/perusahaan Anak Kolong, dan mencantumkan Kota Pontianak, Kalimantan Barat sebagai alamatnya.

“Website Suara Anak Kolong dibangun dengan platform framework berbasis Codeigniter,” kata Koordinator IT DPC PWRI Sumenep, Rafiqi mengungkapkan.

Hanya saja, hingga berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari Suara Anak Kolong terkait dengan pemberitaan tersebut. Sebab, tak satu pun ada nomor kontak di box redaksi media tersebut.***

Baca Juga :  Kabag Hukum Setdakab Sumenep Paparkan Dinamika Pilkades Matanair Hingga Inkrah, Begini Alurnya!

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.