SUMENEP, MaduraPost – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menyalurkan bantuan seragam bagi siswa dan siswi kelas II jenjang SD dan MI dengan total sebanyak 16.952 set. Proses distribusi perdana dilakukan pada Selasa, 6 Januari 2026.
Penyaluran seragam tersebut tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap. Setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Sumenep ditentukan satu titik pengambilan agar pendistribusian lebih terkoordinasi dan mudah diawasi.
Sebelumnya, Disdik Sumenep telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,5 miliar untuk pengadaan seragam bagi peserta didik SD dan MI. Program ini menjadi salah satu agenda pendidikan yang telah direncanakan sejak tahun anggaran 2025.
Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra, memastikan bahwa seluruh proses pengadaan seragam telah tuntas sebelum masa kontrak kerja sama dengan penyedia, CV Awina Grup, berakhir pada 29 Desember 2025. Menurut dia, keterlambatan distribusi bukan disebabkan kendala teknis, melainkan karena libur sekolah.
“Seragam sebenarnya sudah selesai diproduksi, tetapi tidak memungkinkan langsung dibagikan karena sekolah masih libur. Distribusi baru bisa dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar kembali berjalan,” kata Agus, Senin (5/1/2026) kemarin.
Agus menambahkan, program pengadaan seragam gratis ini merupakan salah satu prioritas utama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa.
“Ini wujud kepedulian dan kasih sayang Bupati kepada masyarakat, khususnya anak-anak SD dan MI. Harapannya, mereka lebih termotivasi untuk bersekolah dan rajin belajar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdik Sumenep, Ardiansyah Ali Sochibi, menyampaikan bahwa distribusi hari pertama difokuskan pada sekolah dasar di Kecamatan Batuan dan Kecamatan Kota Sumenep.
“Setiap kepala sekolah menerima langsung seragam di lokasi distribusi, kemudian dilakukan penghitungan bersama sesuai jumlah siswa yang sebelumnya diajukan,” kata Ardiansyah pada Selasa (6/1/2026) kemarin.
Ia menargetkan seluruh proses penyaluran seragam rampung sebelum akhir Januari 2026. Namun, keterbatasan sumber daya menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
“Petugas yang menangani distribusi hanya dua orang. Meski demikian, kami berharap seluruh seragam bisa tersalurkan tepat waktu sesuai rencana,” ucapnya.
Ardi juga mengungkapkan, bahwa dana yang digunakan untuk pengadaan seragam tidak menyerap seluruh pagu anggaran Rp3,5 miliar. Realisasi belanja hanya mencapai Rp3,4 miliar, sesuai kebutuhan riil.
“Untuk siswa SD sebanyak 9.591 anak, anggarannya sekitar Rp1,9 miliar. Sedangkan siswa MI berjumlah 7.361 anak dengan nilai pengadaan Rp1,5 miliar. Sisanya Rp100 juta tetap menjadi Silpa di kas daerah. Kami membelanjakan anggaran sesuai kebutuhan, termasuk biaya pengiriman ke tiap kecamatan,” pungkasnya.***






