Scroll untuk baca artikel
Daerah

Disdik Sumenep Gelontorkan Rp 8 Miliar untuk Benahi Sekolah, Prioritaskan Fasilitas Terdampak Bencana

×

Disdik Sumenep Gelontorkan Rp 8 Miliar untuk Benahi Sekolah, Prioritaskan Fasilitas Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
ROBOH. Kondisi reruntuhan bangunan SMPN 2 Kalianget yang terdampak bencana, menyisakan puing rangka atap dan material berserakan di halaman. (Istimewa for MaduraPost)
ROBOH. Kondisi reruntuhan bangunan SMPN 2 Kalianget yang terdampak bencana, menyisakan puing rangka atap dan material berserakan di halaman. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyiapkan anggaran senilai Rp 8 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) guna memperbaiki berbagai sarana dan prasarana pendidikan.

Dana tersebut difokuskan untuk menunjang peningkatan capaian siswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan menjelaskan, bahwa pembenahan infrastruktur sekolah menjadi langkah utama agar peserta didik dapat mengembangkan potensinya dalam lingkungan yang aman dan kondusif.

Ia menekankan, sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana menjadi perhatian serius untuk segera ditangani.

Untuk SMPN 2 Kalianget yang terdampak bencana, pihaknya telah mengajukan proposal revitalisasi ke pemerintah pusat agar mendapatkan dukungan pendanaan tambahan.

Sedangkan perbaikan di sekolah lain, seperti SMPN 5 Sumenep dan SMPN 2 Saronggi, akan diproses menggunakan anggaran daerah yang telah dialokasikan.

“Sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan segera kami ajukan melalui APBD dan disiapkan anggaran delapan miliar rupiah untuk pembenahan,” Kamis, (16/4).

Menurut Ikhsan, langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah dalam mencetak generasi muda yang kompetitif dan berdaya saing.

Disdik Sumenep juga terus melakukan inventarisasi terhadap kondisi bangunan sekolah yang memerlukan renovasi, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal tanpa gangguan berarti.

“Kami menginginkan adanya peningkatan di sisi akademik, sehingga anak-anak bisa lebih siap mengeksplorasi kemampuan akademik maupun non-akademiknya,” katanya.***