Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Sumenep Target Ekspor ke Luar Negeri

  • Bagikan
MONITORING: Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Sumenep, Chainur Rasyid, saat kunjungi pelaku UMKM di dua tempat. (foto: M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Koperasi Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) dan Perindustrian Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tinjau dua lokasi produk UMKM unggulan.

UMKM tersebut berlokasi di Desa Kolor, Kecamatan Kota, dan Desa Paberasan, Kecamatan Gapura. Dua lokasi produksi UMKM ini ada yang sudah diekspor ke luar Negeri, Dubai dan Turki.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Sumenep, Chainur Rasyid menjelaskan, produk di dua lokasi tersebut sudah luar biasa. Mulai dari kemasan dan packing produk. Menurutnya, saat ini tinggal mensupport dari segi perizinannya. Sisanya, kata dia, produk khas Sumenep itu tinggal di ekspor ke luar Negeri.

BACA JUGA :  Mobil Bergoyang Digrebek Warga, Aktornya Diduga Putra Pengusaha Sumenep

“Ternyata potensi UMKM kita sangat luar biasa sekali. Kita akan mensupport baik dari pemasaran, pembiayaan dan peralatan,” kata Chainur pada MaduraPost, Senin (10/1).

Ke depan, pihaknya telah menyusun konsep agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bisa mendukung pertumbuhan produk UMKM sendiri.

“Mudah-mudahan bisa berintegrasi dengan OPD yang membidangi, untuk bisa membawa UMKM Sumenep lebih maju,” kata Chainur menjelaskan.

BACA JUGA :  Satu Mucikari dan Dua PSK Diamankan Resmob Polres Sumenep di Hotel Safari Sumenep

Chainur juga menginginkan, dua produk UMKM yang sudah berpotensi itu bisa menampilkan kemasan yang diberi logo destinasi wisata Sumenep.

“Ini menjadi dentitas Sumenep. Salah satunya produk UMKM stick gabus. Pihaknya berharap, Pemkab Sumenep bisa memproduksi hasil karya sendiri. Saya nanti minta agar pimpinan OPD bisa menyajikan hasil produk UMKM sendiri,” kata dia menuturkan.

Jenis produk tersebut bermacam, mulai dari minuman jenis pokak dan camilan lainnya. Meski begitu, pihaknya mengakui, ada kendala.

Diantaranya pembuatan kerupuk paru yang harus diberikan lebel halal, hal ini yang menurutnya menjadi penting. Pasalnya, bahan utamanya terbuat dari hewan, sebab itu harus bisa berlebel halal.

BACA JUGA :  Gagasan Produktif datang Dari Pinggiran Kota Pamekasan

“Karena apa, produk sendiri bisa maju tentu harus kita yang membawanya sendiri. Ini yang kesulitan kalau kerupuk paru,” kata dia menambahkan.

Pihaknya berharap semua Indomaret bisa menampung UMKM khas Sumenep. Selain itu bisa membantu menempatkan produk UMKM sebagai display utama.

“Kami berharap begitu kepada pengusaha Indomaret yang ada di Sumenep, baik juga Alfamart, mohon bisa menempatkan UMKM yang sudah berizin,” kata Chainur lebih lanjut.

  • Bagikan