Dinas Koperasi dan UMKM Sumenep Gelar Pelatihan Pengolahan Tepung Organik

  • Bagikan
PELATIHAN : Sustono Kadiskop UM (Kiri), saat menyerahkan bahan dasar pelatihan kepada peserta secara simbolis. (M. Hendra. E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten Sumenep (Pemkab), Madura, Jawa Timur, terus berupaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Selasa, 26 Oktober 2021.

Melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sumenep, Pemerintah setempat menggelar pelatihan Tepung Organik dan Olahannya mulai tanggal 26 hingga 29 Oktober 2021 mendatang.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari kedepan itu, bertempat di Hotel Musdalifah, Jalan Trunojoyo, Desa Gadungan Timur, Kecamatan Batuan, diikuti oleh 25 peserta dari empat Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Saronggi, Gapura, Ambunten, Dasuk dan Kecamatan Bluto.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kreasi dan Inovasi Masyarakat, Pemkab Sumenep Akan Gelar Anugerah Inovasi Daerah 2021

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumenep, Sustono mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memberikan kompetensi kepada peserta pelatihan olahan makanan menggunakan tepung organik.

Para peserta dari pelatihan itu didominasi oleh kaum perempuan. Alasannya, karena lebih telaten. Menurut Sustono, para peserta memiliki keunggulan tersendiri. Sebab, mereka berasal dari daerah yang berpotensi menghasilkan tumbuhan pilihan.

“Seperti halnya buah labu. Buah ini tidak bisa tumbuh kecuali di tanah tertentu, tidak seperti pisang,” ucapnya, saat membuka pelatihan tersebut, Selasa (26/10).

Dia mengimbau kepada peserta untuk tidak berhenti di pelatihan ini saja, melainkan mengikuti tidak lanjut pelatihan ke depan.

BACA JUGA :  BEP Harga Tembakau Sumenep Tembus Rp 49 Ribu Perkilogram

“Minimal yang ikut pelatihan ini disampaikan ke BNSP untuk ada tindak lanjut di kompetensi pelatihan,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep ini menjelaskan, selain meningkatkan kompetensi, para peserta peserta nantinya bisa menghasilkan produk-produk baru yang mampu bersaing di pasar, baik tingkat lokal maupun global.

“Bisa menghasilkan produk yang tidak biasa. Misalnya, produk mie yang terbuat dari labu. Artinya peserta punya inovasi baru,” jelasnya.

BACA JUGA :  Vaksinasi Serentak, Pemkab Sumenep Sediakan 50 Ribu Stok Vaksin

Pelatihan yang dimentori langsung oleh Budi Rusmiyanto dan Ir. Indasar ini tidak hanya sebatas penyampaian materi saja. Melainkan, dilengkapi dengan praktek pembuatan produk baru.

“Beliau memang punya kompetensi. Selain itu, juga memiliki semua peralatan yang dibutuhkan,” tutur mantan Sekretaris DPRD Sumenep ini.

Dia pun berharap, peserta yang telah mengikuti pelatihan ini tidak hanya terfokus pada produk yang dijadikan contoh dalam pelatihan, melainkan bisa menghasilkan inovasi baru nantinya.

“Pasca pelatihan ini, saya harapkan peserta mampu menghasilkan kreasi baru,” tandasnya.

  • Bagikan