Calon Peserta Media Gathering 2021 Sengkarut, Bupati Pamekasan akan Panggil Diskominfo

  • Bagikan
Ketua Komunitas Jurnalis Pamekasan (KJP) Slamet Readi (Mohammad Munir)

PAMEKASAN, MaduraPost – Dilatari sengkarutnya Calon Peserta Media Gathering 2021, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bakal memanggil Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) setempat Arif Rachmansyah.

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Baddrut Tamam kepada sejumlah wartawan di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, pada hari Kamis (04/11) malam.

Pada saat itu juga, Bupati yang lebih dikenal dengan sebutan Mas Tamam menanyakan kepada awak media mana saja yang akan ikut acara tahunan tersebut.

BACA JUGA :  Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 60 Tahun 2020

Ia mengaku tidak akan mengetahui wartawan mana saja yang akan ikut dan tidak ke acara tersebut.

“Saya tidak akan tahu kalau tidak ada infomasi ini. Saya akan panggil Arif (Kabid IKP, Red),” pungkasnya.

Mas Tamam berjanji akan memfasilitasi sejumlah wartawan untuk bisa ikut serta pada hajatan tersebut (Media Gathering 2021, red).

“Ya bisa ikut, nanti saya koordinasikan dengan Arif,” ucapnya.

BACA JUGA :  Motivasi Ketua DPRD Pamekasan untuk Peserta MTQ ke 29 Jawa Timur

Sementara itu, Slamet Readi selaku Ketua Komunitas Jurnalis Pamekasan (KJP) menyampaikan, bahwasanya terdapat sejumlah calon peserta yang masuk dalam daftar namun sudah tidak aktif sebagai wartawan. Padahal, kata dia, acara jalan-jalan itu dikhususkan untuk wartawan aktif.

“Diskominfo tidak profesional dalam memilah dan memilih apakah si A wartawan atau tidak. Buktinya, hanya karena masuk organisasi wartawan lokal lantas dimasukkan daftar peserta,” ungkapnya.

Slamet (akrab disapa) juga menganggap Diskominfo itu tidak profesional karena sebelum panetapan calon peserta tidak dibuktikan dengan surat tugas wartawan yang bertugas di Pamekasan. Padahal, sebut dia, anggaran yang dipakai untuk jalan-jalan diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan.

BACA JUGA :  Ada Sosok Perempuan di Dalam Motor Pengangkut Sampah, Ngapain ?

“Kalau hanya si A masuk organisasi lantas bisa ikut, abang becak berarti bisa juga dong. Sebab, sebagian mereka yang dimasukkan daftar peserta tidak disertai surat tugas. Ini patut diduga terdapat penyalahgunaan wewenang dan anggaran,” katanya.

  • Bagikan